TUGAS
2 SOFTSKILL
DISUSUN
OLEH :
·
ALDISAR MAULUDIN
·
DIO PRABOWO
·
ERSA YUSIANA PUTRI
·
FITRI NUR AINI
·
GENTAR JAGAT RAYA
·
MUNK KUSUMA AJI
·
PERMANA YOGA
·
SIGIT YHONDRA
KELAS : 2KA38
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN
TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2015/2016
TUGAS TEORI
ORGANISASI DASAR.
11. Cari contoh tentang komuniskasi dan pengambilan
keputusan dalam berorganisasi!
22. Studi kasus mengenai Teamwork dan Kepemimpinan!
33. Buat rangkuman tentang desain dan struktur organisasi:
-
Dimensi struktur
organisasi
-
Departemensial
-
Model-model
desain organisasi
-
Implikasi
mangenai desain dan struktur organisasi
JAWAB:
11. Contoh kasus tentang komunikasi dan pengambilan
keputusan
-
Contoh kasus komunikasi
:
Komunikasi dalam organisasi, kepuasan kerja, kinerja. Dewasa
ini telah banyak organisasi yang berdiri dan berkembang sukses baik dalam skala
kecil maupun besar.
Organisasi sendiri merupakan suatu alat dimana orang-orang mempersatukan kecakapan dan usaha mereka untuk mencapai tujuan bersama. Sering dijumpai bahwa karyawan kurang terpuaskan hatinya dalam melaksanakan tugasnya karena informasi mengenai prosedur kerja yang disampaikan pimpinan kurang dapat dipahami. Sehingga karyawan cenderung merasa khawatir, segan, dan takut dalam melaksanakan tugasnya.
Organisasi sendiri merupakan suatu alat dimana orang-orang mempersatukan kecakapan dan usaha mereka untuk mencapai tujuan bersama. Sering dijumpai bahwa karyawan kurang terpuaskan hatinya dalam melaksanakan tugasnya karena informasi mengenai prosedur kerja yang disampaikan pimpinan kurang dapat dipahami. Sehingga karyawan cenderung merasa khawatir, segan, dan takut dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan adanya perasaan-perasaan tersebut dalam melaksanakan tugas
mengakibatkan kinerja karyawan menjadi menurun. Salah satu jalan mengatasi
semua ini adalah dengan saluran komunikasi.
Berdasarkan contoh kasus diatas ini disarankan antara atasan dengan bawahan
pada Pabrik Kertas CV Setia Kawan Tulungagung lebih sering meningkatkan
koordinasi (mengadakan sharing) sehingga setiap kegiatan akan berjalan dengan
baik karena dapat mengerti perasaan karyawan mulai dari masalah pekerjaan,
rekan sekerja, sampai masalah kesesuaian upah, secara periodik para
atasan (direktur, manager, kepala bagian)lebih sering terjun langsung ke
lapangan sehingga dapat meningkatkan kepuasan dan kinerja, pimpinan
memperhatikan keluhan-keluhan dari para karyawan.
-
Contoh kasus pengambilan keputusan dalam
berorganisasi :
DPR yang masih ragu dalam pengambilan keputusan menaikkan tarif listrik
10%. Ini di karenakan bentroknya pemerintah dengan masyarakat. Pemerintah yang
ingin tarif di naikkan, dan masyarakatnyanya yang tidak setuju. Mungkin bagi
pemerintah memaksa ingin menaikkan tarif 10% hanya hal biasa saja, tetapi bagi
masyarakat apalagi yang tidak mampu ini adalah hal yg berat. Akibatnya pihak
DPR pun belum mengambil keputusan apapun untuk menaikkan atau tidak.
Berdasarkan contoh kasus diatas ini pengambilan keputusan dalam organisasi
yang diangkat oleh kelompok III, DPR harus mengambil keputusan dengan bijak
secepatnya agar permasalahan atau perselisihan dengan masyarakat bisa dapat
diselesaikan.
22. Studi kasus Teamwork dan Kepemimpinan
-
Teamwork
Kasus
1:
“TEAMWORK
PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH X”
RSUD
X merupakan salah satu rumah sakit umum yang berada di daerah X. Dengan Visi
menjadi Rumah Sakit Umum yang diminati oleh masyarakat. RSUD X selalu berusaha
untuk berbenah diri agar dapat bertahan di tengah
persaingan
pertumbuhan rumah sakit di daerah tersebut. Kenyataan di lapangan menunjukan
bahwa RSUD X belum menunjukan hasil yang maksimal. Munculnya keluhan masyarakat
mengenai pelayanan yang di berikan RSUD X dan jumlah pasien yang belum
menunjukkan peningkatan adalah bukti yang mengindikasikan bahwa pihak RSUD X
belum mampu mewujudkan visi tersebut.
Berdasarkan wawancara awal diperoleh
informasi mengenai ketidakpuasan pasien terhadap kualitas pelayan yang
diberikan oleh RSUD X, khususnya pada bagian keperawatan. Melalui survey kepada
beberapa perawat di RSUD X diperoleh data yang menunjukkan bahwa perawat kurang
merasakan adanya kerjasama dan komunikasi yang baik, kurang memiliki rasa
saling percaya dan saling mendukung, kurang mengetahui visi dan misi organisasi
dan merasakan teamwork yang kurang efektif di RSUDX.
Sikap tidak peduli dan saling menyalahkan
antar perawat, kurang adanya keinginan dan kesadaran untuk menyelesaikan
konflik, kurang adanya kesadaran para perawat akan pentingnya kerjasama dan
komunikasi sehingga sering menimbulkan konflik serta hubungan antar perawat
yang dirasakan kurang harmonis yang menghambat terjalinnya kerjasama merupakan
indikator masalah yang sebenarnya dihadapi oleh pihak RSUD X.
-
Kepemimpinan
Kasus 2:
Hartoyo Sebagai Manajer
Drs.
Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu
perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia
pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak ia bergabung
dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan
agresif.
Pada jam
istirahat makan siang, hartoyo bertanya pada drs. Abdul hakim, ak, manajer
departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah
dalam departemen produksi. Abdul hakim menjawab bahwa dia telah mendengar
secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan hartoyo
merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri
olehnya. Dia (hartoyo) menyatakan, “dalam tentara, saya membuat semua keputusan
untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti
itu.”
Pertanyaan kasus :
1. Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh hartoyo? Bagaimana
keuntungan dan kelemahannya? Bandingkan motivasi bawahan hartoyo sekarang dan
dulu sewaktu tentara.
Mungin Hartoyo masih terbawa gaya kepemimpinan saat ia menjadi tentara,
yaitu Tipe Militerlistik. Ciri-cirinya antara lain :
a. Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
b. Menggunakan system komando/perintah
c. Segala sesuatubersifat formal
d. Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpinan militerlistik,
jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.
Motivasi bawahan hartoyo yang sekarang adalah rendah. Semangat kerja mereka
rendah karena mereka tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang
dibuat oleh hartoyo sendiri. Berbeda dengan saat hartoyo menjadi tentara,
motivasi bawahan hartoyo tinggi karena mereka senang atas pengambilan semua
keputusan yang dibuatnya dan memang mereka mengharapkan hartoyo berbuat seperti
itu.
2. Konsekuensinya apa, bila hartoyo tidak dapat merubah gayakepemimpinannya?
Apa saran saudara bagi perusahaan, untuk merubah keadaan?
Konsekuensi yang terjadi apabila hartoyo tidak dapat merubah gaya
kepemimpinannya adalah bawahan hartoyo akan terus bersikap tidak puas dan
agresif kepadanya. Jika terus menerus dibiarkan seperti itu, pekerjaan bawahan
hartoyo tidak akan maksimal. Bahkan pekerjaan mereka bisa sangat buruk. Hal
tersebut juga pasti akan berdampak besar pada perusahaan tersebut.
Saran saya adalah hartoyo harus merubah gaya kepemimpinannya. Sebab,
orang-orang yang bekerja sebagai tentara mempunyai pemikiran yang berbeda
dengan orang-orang yang bekerja di perusahaan. Jangankan orang yang
berbeda profesi, orang yang se-profesi saja kadangkala mempunyai buah pikir
yang berbeda. Mungkin hartoyo dapat menggunakan gaya kepemimpinan tipe open
leadership, yaitu hartoyo dapat mengambil keputusan yang dibuatnya tetapi ada
pendekatan antara dia dan karyawan. Ciri-ciri tipe open leadership antara lain
:
a. Berpartisi akif dalam kegiatan organisasi
b. Bersifat terbuka
c. Bawahan diberi kesempatan untuk member saran dan ide-ide baru
d. Keputusan ada ditangan pemimpin
e. Menghargai potensi individu
Saran saya : Hartoyo harus merubah gaya kepemimpinannya
menjadi pribadi yang baik, low profile, dapat menjalin komunikasi dengan baik,
dapat menerima kritik dan saran yang di berikan oleh karyawannya.
Sumber:
https://liuvitapranggarani.wordpress.com/2013/10/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar