A.
PENGERTIAN ORGANISASI
Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani. Yang berarti alat,
tools. Desain organisasi (organizational design) merupakan proses memilih dan
mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola sumber-sumber untuk
mencapai tujuan.
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang
berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana,
terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang,
material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain
sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan
organisasi. atau dapat disebut sebagai bentuk formal dari sekelompok manusia
dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang
bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan
organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara
selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh
dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk
bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara
bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat
memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi
pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap: rangkaian proses kegiatan yang
harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan factor yang
menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan
fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang
sah ditetapkan.
Dalam
hal ini banyak sekali pengertian organisasi menurut pendapat-pendapat para ahli
sebagai berikut :
- Organisasi Menurut Stoner : Pengertian
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana
orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
- Organisasi Menurut James D. Mooney : Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama.
- Organisasi Menurut Chester I. Bernard : Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas
kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi
dapat dilihat dengan cara berbeda, yaitu:
1.
Organisasi dalam arti statis
- Melihat
organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam.
- Organisasi
dipandang sebagai wadah atau alat untuk mencapai tujuan, wadah
bekerjasama, wadah bagi administrasi dan manajemen yang memungkinnya
bergerak.
- Organisasi dipandang sebagai
jaringan dari hubungan kerja yang bersifat formal yang tergambar dalam
bagan organisasi.
- Organisasi
seabagi saluran hierarki kedudukan yang ada yang menggambarkan garis
wewenang, garis komando, dan garis tanggung jawab.
2.
Organisasi dalam arti dinamis
- Organisasi merupakan organ yang hidup, selalu bergerak,
mengadakan pembagian tugas berdasarkan sistem dan ruang lingkup.
- Terdiri
dari sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
- 2
kemungkinan dalam organisasi yang dinamis, yaitu kemungkinan untuk tumbuh
dan berkembang, serta kemungkinan organisasi untuk mati.
3.
Organisasisebagai sistem kerja sama
- Adanya sekelompok orang yang mengadakan kerjasama yang
dilandasi oleh kesamaan tujuan.
- Suatu
sistem mengenai pekerjaan-pekerjaan yang dirumuskan dengan baik dan
dilengkapi dengan wewenang, tugas, dan tanggung jawab.
- Adanya
spesialisasi fungsi dari suatu tugas bersama.
- Sistem
terencana dari usaha kerjasama dengan memberikan peran kepada setiap orang
untuk dijalankan, wewenang, tugas, dan tanggungjawab untuk dilaksanakan.
4. Organisasi
sebagai sistem tata hubungan kerja
- Tata hubungan pribadi
- Tata
hubungan formal
- Tata
hubungan informal
- Tata
hubungan langsung
- Tata
hubungan tidak langsung
- Tata
hubungan vertikal (up/down ward)
- Tata
hubungan horizontal
- Tata hubungan diagonal (up/down ward
diagonal)
5.
Organisasisebagai proses pembagian tugas
- Suatu proses menetapkan dan mengelompokkan jenis
pekerjaan yang diikuti pelimpahan wewenang dan tanggung jawab.
- Rangkaian
bagian-bagian saling tergantung dan berdiri sebagai sebuah satu kesatuan
yang utuh.
- Proses
pembagian tugas dan menentukan siapa yang mengemban tugas dan tanggung
jawab.
- Proses
kegiatan penyusunan, pengembangan, pemeliharaan dari pola hubungan kerja
dari bagian-bagian/individu-individu dalam organisasi.
B.
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Manajemen
pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manager) yang harus
dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang
lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan
waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar
manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik
antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.Untuk
dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada
pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang
dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga
dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen
untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi,
demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan
organisasi.
C.
MANAJEMEN DAN TATA KERJA
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber sumber dan
waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat
sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepatpula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian
tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata
kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
- Menghindari terjadinya pemborosan di dalam
penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
- Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran
dalam proses pencapaian tujuan.
- Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi
yang tepat.
Jadi
hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen
: Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber
serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan
demi tercapainya tujuan.
Tata
Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai
dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
D.
MANAJEMEN , ORGANISASI DAN TATA KERJA
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga
hal tersebut adalah sebagai berikut :
- Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui
kerjasama antar manusia
- Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan
alat bagi pengelompokkan kerjasama.
- Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan
kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara
efisien.
Dengan adanya konsep diatas jelaslah bahwa
baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada
tercapainya tujuan. Dengan adanya ketiga konsep diatas kita tahu bahwa dari
setiap sub memiliki hubungan timbal balik antar satu sam lain dalam dunia
organisasi umum, apabila ada salah satu bidang yang tidak melakukan peran
dengan baik maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam suatu organisasi tersebut
Metode yaitu secara etimologis, metode berasal dari kata 'met' dan 'hodes' yang
berarti melalui. Sedangkan istilah metode adalah jalan atau cara yang harus
ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga 2 hal penting yang terdapat
dalam sebuah metode adalah : cara melakukan sesuatu dan rencana dalam
pelaksanaan.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap yaitu rangkaian proses kegiatan
yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan factor yang
menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan
fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang
sah ditetapkan.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata
kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.
Kesimpulan
:
Berdasarkan tulisan diatas dapat disimpulkan bahwa suatu organisasi sangat
membutuhkan kerjasama, komunikasi yang transparan dan lain sebagainya dalam
mendukung suatu tujuan yang ingin dicapai bersama. Banyaknya macam organisasi
yang memiliki kriteria berbeda namun pada intinya mereka sama-sama menginginkan
tujuannya dapat tercapai secara optimal. Manusia yang sangat produktif dan
kritis yang mampu menjalankan suatu organisasi secara sehat. Dalam arti
produktif dan kritis adalah mereka mampu me-manage baik waktu, tenaga dan yang
lainnya dari urusan private dengan urusan kelompok.
Sehingga
pola pikirnya dapat terkonsen dengan suatu konsep yang akan dilakukan.
Sedangkan kritis yang dimaksud adalah mampu membedakan untuk mempermudah saat
mengambil keputusan. Mana yang akan memberikan keuntungan atau kerugian dalam
organisasinya, artinya bukan hanya organisasi yang berjenis ekonomi saja tetapi
baik untuk jenis organisasi lainnya.
Ciri-ciri organisasi
Organisasi Mempunyai Tujuan dan
Sasaran Utama Untuk Dicapai Bersama-sama
Artinya, organisasi diciptakan tidak untuk kepentingan
sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama anggota.
Organisasi Mempunyai Aturan
Setiap organisasi mempunyai aturan, aturan tersebut harus
ditaati oleh setiap anggota, tujuan aturan tersebut dibuat yaitu supaya
organisasi terkendali dan teroganisir.
Organisasi Termanajemen
Organisasi terkoordinasi
Mengkoordinasi tugas merupakan salah satu tugas manager atau
pimpinan, pimpinan yang baik yaitu pimpinan yang mengajarkan anggotanya sebelum
memberikan perintah untuk dikerjakan, beda dengan ‘bos’ yang hanya terima
beres.
Unsur-Unsur Organisasi
Organisasi Sebagai Wadah atau Tempat
Untuk Bekerja Sama
Organisasi adalah suatu tempat dimana sekelompok orang
bersama mencapai suatu tujuan yang ditetapkan, misalnya organisasi buruh
bertujuan untuk kepentingan buruh, organisasi wanita bertujuan untuk hak
wanita, organisasi mahasiswa bertujuan untuk pencapaian mahasiswa dan
sebagainya.
Proses kerja sama sedikitnya antar
dua orang
Selain tempat kerja sama suatu organisasi merupakan proses
kerja sama, proses tersebut sedikitnya melibatkan antar dua orang, makin banyak
orang yang melakukan kerjasama, maka proses organisasi tersebut harus disusun
lebih baik dan teroganisir lagi.
Jelas tugas kedudukannya
masing-masing
Supaya tidak bentrok atau terjadi kesalahpahaman, setiap
anggota organisasi sudah ada tugasnya masing-masing, tugas tersebut disesuaikan
dengan keahlian dari setiap anggota, sehingga sudah jelas apa yang harus
dilakukan masing-masing anggota.
Ada tujuan tertentu
Suatu perencanaan manager yang baik akan membuat
organisasinya menghasilkan hasil yang baik pula, keuntungannya perkerjaan akan
efesien dan efektif.
Unsur-unsur Pendukung Organisasi :
- Manusia
(Man)
- Kerjasama
- Tujuan
Bersama
- Peralatan
(Equipment)
- Lingkungan
- Kekayaan
alam
- Kerangka/Konstruksi
mental.
Teori Organisasi
Teori Organisasi adalah suatu teori yang mempelajari kinerja
dalam sebuah organisasi, kajiannya yaitu bagaimana caranya membahas bagaimana
sebuah organisasi dalam menajalankan fungsi dan menerapkan visi dan misi
organisasi tersebut. Lingkungan kerja suatu organisasi dapat mempengaruhi dan
terpengaruh oleh orang di dalam suatu organisasi tersebut.
Dalam pembahasan mengenai teori organisasi yang pernah ada
dan berlaku dalam sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Teori itu
meliputi organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi
modern. Berikut pembahasan dari jenis teori ogranisasi.
Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) atau disebut juga teori
tradisional, isinya berupa konsep tentang organisasi dari abad 19, definisi
organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan,
komunikasi dan faktor lain yang terjadi karena terlibat kerja sama antar orang.
Teori ini mempunyai efek yang sama yang berkembang dalam
tiga dasar anggapan-anggapan, anggapan tersebut yaitu:
- Teori
birokrasi : dikemukakan oleh Max Weber
dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism
- Teori
administrasi : dikembangkan atas dasar
sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan
Reiley dari Amerika
- Manajemen
ilmiah : dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow
Taylor.
Teori Organisasi Neoklasik
Teori neoklasik dikenal sebagai teori/aliran hubungan
manusiawi (The human relation movement). Teori ini dikembangkan atas dasar
teori klasik. Tanggapan dalam teori ini adalah menekankan pentingnya aspek
psikologis dan sosial sebagai indivudi maupun sebagai bagian kelompok dalam
lingkungan kerjanya, dari dasar tanggapan ini teori neoklasik mendifisikan ‘organisasi”
memiliki tujuan yang sama.
Teori neklasik dalam hal pembagian kerja diperlukan hal-hal
berikut:
- Partisipasi,
yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
- Perluasan
kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola
spesialisasi
- Manajemen
bottom-up yang akan memberikan
kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan manajemen puncak.
Teori Organisasi Modern
Herbert Simon menandai teori modern dengan lahirnya gerakan
contigency yang menyatakan teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang
dangkal dan disederhanakan untuk suatu kajian mengenai kondisi yang dapat
diterapkan prinsip saling bersaing.
Katz dan Robert Kahn dalam bukunya “the social psychology of
organization” mengungkapkan perspektif organisasi sebagai suatu sistem
terbuka. Dalam buku tersebut mendeskripsikan keunggulan-keunggulan perspektif
sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi
dengan lingkungannya, dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap
lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan
Teori modern atau yang bisa disebut sebagai analisa system
pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan
manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu
kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa
organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang
stabil, akan tetapi organisasi merupakan system yang terbuka.
Organisasi Niaga
Organisasi
Niaga adalah organisasi yang tujuannya untuk mencapai keuntungan, dikehidupan
globalisasi saat ini organisasi ini sering ditemui, faktor ekonomi yang makin
berkembang membuat organisasi niaga makin pesat
Macam-macam
organisasi niaga :
1.
Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan
Terbatas (PT), dulunya disebut Naamloze Vennootschhap (NV), adalah suatu badan
hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham,
yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena
modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan
kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
Jenis-jenis
Perseroan Terbatas (PT)
- Saham/Sero Atas Nama
- Saham/Sero Pembawa
- Saham/Sero Biasa
- Saham/Sero Preferen
- Saham/Sero Kumulatif Preferen
2.
Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan
Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu
persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan
uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan
dan bertindak sebagai pemimpin.
Bentuk CV
dibagi menjadi 3 yaitu CV Murni, CV Campuran dan CV Bersaham.
- CV Murni hanya terdapat satu
sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
- CV Campuran terbentuk dari suatu
firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut
menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu
komanditer.
- CV Bersaham adalah CV yang
mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer
maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih.
3.
Joint Ventura
Perusahaan
patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk
menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Pihak-pihak itu setuju untuk berkelompok
dengan menyumbang keadilan kepemilikan, dan kemudian saham dalam penerimaan,
biaya, dan kontrol perusahaan. Perusahaan ini hanya dapat untuk proyek khusus
saja, atau hubungan bisnis yang berkelanjutan seperti perusahaan patungan Sony
Ericsson. Ini terbalik dengan persekutuan strategi, yang tak melibatkan taruhan
keadilan oleh pesertanya, dan susunannya kurang begitu sulit.
4.
Firma (FA)
Firma (dari
bahasa Belanda venootschap onder firma; secara harfiah: perserikatan dagang
antara beberapa perusahaan) atau sering juga disebut Fa, adalah sebuah bentuk
persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai
nama bersama.Pemilik firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan
masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang
tercantum dalam akta pendirian perusahaan.
5.
Koperasi
Koperasi
adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi
kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan
ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan
Jenis
koperasi menurut fungsinya:
- Koperasi
pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi
pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota
sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan
pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
- Koperasi penjualan/pemasaran
adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa
yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini
anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada
koperasinya.
- Koperasi produksi adalah koperasi
yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai
pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik
dan pekerja koperasi.
- Koperasi jasa adalah koperasi
yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota,
misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini
anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.
6.
Trust
Trust adalah
peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru, sehingga
diperoleh kekuasaan yang besar dan monopoli. Contoh: Bank Mandiri merupakan
gabungan dari Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia,
Bank Ekspor Impor Indonesia
7.
Kartel
Kartel
adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk
membatasi suplai dan kompetisi. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel
dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam
lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal. Berdasarkan
definisi ini, satu entitas bisnis tunggal yang memegang monopoli tidak dapat
dianggap sebagai suatu kartel, walaupun dapat dianggap bersalah jika
menyalahgunakan monopoli yang dimilikinya. Kartel biasanya timbul dalam kondisi
oligopoli, dimana terdapat sejumlah kecil penjual dengan jenis produk yang homogen.
kartel
dilakukan oleh pelaku usaha dalam rangka memperoleh market power. market power
ini memungkinkan mereka mengatur harga produk dengan cara membatasi
ketersediaan barang di pasar. pengaturan persediaan dilakukan dengan
bersama-sama membatasi produksi dan atau membagi wilayah penjualan.
8.
Holding Company
Holding
Company adalah suatu PT yang besar yang menguasai sebagian besar sero atau
saham perusahaan lainnya. Meskipun secara yuridis badan usaha yang dikuasai
tetap berdiri sendiri namun diatur dan dijalankan sesuai dengan kebijakan PT
yang menguasai.
Organisasi Sosial
Organisasi
sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang
berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana
partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk
yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk
mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Contohnya : - Karang Taruna
Komunitas
Organisasi regional dan internasional
1.
Organisasi Regional
Organisasi
Regional meliputi wilayah yang bersifat regional, dan keanggotaannya meliputi
kawasan tertentu saja, berikut contoh organisasi regional:
2.
Organisasi internasional
PBB
Perserikatan
Bangsa-Bangsa atau biasa disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau
disingkat UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir
seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum
internasional, keamanan internasional, pengembangan ekonomi, perlindungan
sosial, hak asasi dan pencapaian perdamaian dunia.
NATO
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation/NATO)
adalah sebuah organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan
pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara
yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang
lain adalah dalam bahasa perancis : l’Organisation du Traité de l’Atlantique
Nord (OTAN).
Contoh Kasus Kepemimpinan
Analisa kasus
1: Hartoyo sebagai Manajer
Setelah Hartoyo pensiun dari tentara, ia menjadi manajer tingkat menengah dalam
departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Beberapa dari
karyawannya merasa tidak puas dan agresif dikarenakan semangat kerja
departemennya yang rendah sejak ia bergabung.
Abdul Halim selaku manajer departemen keuangan telah mendengar bahwa para
karyawan Hartoyo tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat
oleh Hartoyo karena pada masa ia (Hartoyo) di tentara, ia membuat semua
keputusan di bagiannya dan semua bawahannya mengharpakan ia berbuat seperti
itu.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Gaya kepemimpinan apa
yg digunakan oleh Hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya? Bandingkan motivasi
bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu di tentara.
Jawab: Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh Hartoyo adalah kepemimpinan
militeristis yang memiliki gaya kepemimpinan yang tegas dan sangat disiplin.
Keuntungannya adalah karyawan Hartoyo menjadi disiplin dan tegas, sedangkan
kelemahannya Hartoyo tidak dapat menerima kritik atau saran dari karyawannya
dikarenakan jabatannya sebagai manajer.
Motivasi bawahan Hartoyo yang sekarang adalah rendah karena mereka tidak senang
dengan semua pengambilan keputusan yang dibuat olehnya. Berbeda dengan saat
Hartoyo menjadi tentara, motivasi bawahan Hartoyo tinggi karena mereka senang
atas pengambilan semua keputusan yang dibuatnya dan memang mereka mengharapkan
Hartoyo berbuat seperti itu.
2. Konsekuensinya apa,
bila Hartoyo tidak merubah gaya kepemimpinannya? Apa saran saudara bagi
perusahaan untuk merubah keadaan?
Jawab: Konsekuensi apabila Hartoyo tidak merubah gaya kepemimpinannya adalah
bawahan Hartoyo akan terus menerus bersikap tidak puas dan agresif kepadanya.
Jika hal itu terjadi terus menerus maka pekerjaan bawahan Hartoyo tidak akan
maksimal dan bahkan bisa sangat buruk sehingga pasti akan menimbulkan dampak
negatif yang besar bagi perusahaan.
Saran dari saya adalah Hartoyo harus merubah gaya kepemimpinannya sebab orang
yang berada di tentara dan di perusahaan sangatlah berbeda mulai dari
lingkungannya dan sifat dari individunya.jangankan beda profesi, terkadang
walaupun sama profesinya masih saja terdapat pola pikir yang berbeda. Mungkin
langkah yang lebih baik Hartoyo dapat menggunakan gaya kepemimpinan Open
Leadership, yaitu Hartoyo dapat mengambil keputusan yang dibuatnya tetapi ada
pendekatan antara dia dan karyawan.
Contoh kasus
Komunikasi
PT Golden
Castle , bergerak dalam bidang konveksi atau textil, mengalami permasalahan
antara perusahaan dengan karyawan. Permasalahan ini terjadi yang disebabkan
oleh adanya miss communication antara atasan dengan karyawannya. Adanya
perubahan kebijakan dalam perusahaan
mengenai penghitungan gaji atau upah
kerja karyawan, namun pihak perusahaan belum memberitahukan para karyawan,
sehingga karyawan merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak perusahaan. Para
karyawan mengambil tindakan yaitu dengan mendemo perusahaan, Namun tindakan ini
berujung pada PHKbesar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan.
Perusahaan
manapun pasti pernah mengalami permasalahan internal. Mulai dari tingkat
individu, kelompok, sampai unit. .Mulai dari derajat dan lingkup permasalahan
yang kecil sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut
tentang pribadi antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan
tentang strategi bisnis di kalangan manajemen.
Contoh
lainnya dari permasalahan yang relatif besar yakni antara karyawan dan
manajemen. Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai
media. Disitu tampak permasalahan dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan.
Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan
promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karyawan.
Penjelasan
kasus :
Didalam
hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja atau perusahaan antara individu
akan sering terjadi. Permasalahan yang sering terjadi biasanya adalah karena
masalah kominikasi yang kurang baik. Sehingga cara mengatasi masalah dalam
perusahaan harus benar-benar dipahami management inti dari perusahaan, untuk
meminimalisir dampak yang timbul. Permasalahan atau konflik yang terjadi antara
karyawan atau karyawan dengan atasan yang terjadi karena masalah komunikasi
harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang terstruktur. Karena jika
masalah komunikasi antara atasan dan bawahan terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan, misalnya
mogok kerja, bahkan demo.
Sehingga
untuk mensiasati masalah ini bias dilakukan dengan berbagai cara :
1. Membentuk
suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam
komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau pengumuman melalui
loudspeaker.
2. Buat
komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancer dan harmonis,
misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan
intens akan mengurangi masalah di lapangan.
3. Beri
pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan
memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan
meminimalkan masalah dalam hal komunikasi Biasanya masalah timbul karena
lingkungan yang kurang kondusif di suatu perusahaan. Misalnya, kondisi cahaya
yang kurang, atau sirkulasi yang kurang baik, dan temperature ruangan yang
tinggi sangat mungkin untuk meningkatkan emosi seseorang, jadi kondisi dari
lingkungan juga harus di perhatikan.
Contoh Kasus
Motivasi
Teman
lagi upacara bendera, pelajar SMK nyolong laptop di kelas
Perbuatan
seorang pelajar berinisial R di Palembang tak layak untuk ditiru. Saat guru dan
teman-temannya mengikuti upacara bendera, ia malah sibuk masuk ke dalam kelas
dan memeriksa satu persatu tas milik temannya dan mencari barang berharga yang
dapat diambil. Dari perbuatannya tersebut, R membawa kabur dua unit
laptop merek Accer dan Toshiba milik teman sekelasnya.
Namun atas
ulahnya tersebut, R harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Ilir Timur I
Palembang setelah pihak sekolah menyerahkan R beserta barang bukti. R mengakui
bahwa perbuatan yang dia lakukan terjadi saat upacara berlangsung, ia mengakui
bahwa ia sengaja tidak mengikuti upacara agar bebas mencari barang yang
diinginkan. R mengaku bahwa ia masuk ke sekolah dari belakang sekolah dengan
cara memanjat pagar lalu masuk kelas lewat jendela. R juga mengaku bahwa barang
hasil curiannya telah ia jual dengan satu unit laptop accer dijual seharga
950ribu, sedangkan satu unit laptop Toshiba ia barter dengan sepeda motor
Yamaha Force One. R mengaku terpaksa mencuri laptop karena ia ingin memiliki
motor sebab ia sedang praktik magang, jadi harus ada kendaraan. R sengaja
menyerahkan diri ke kepala sekolah lantaran takut dan menyesal. Kemudian pihak
sekolah mengantarkan R ke kantor polisi.
Analisa
kasus (pembahasan):
Dari kasus
yang dipaparkan, motivasi mencuri yang dilakukan oleh subyek termasuk dalam
drive-reduction theory, dalam teori ini dijelaskan bahwa seseorang melakukan
suatu perbuatan karena adanya dorongan energy berperilaku untuk memenuhi suatu
kebutuhan tertentu. Di dalam drive-reduction theory, dibagi menjadi 2 yaitu
primary drive dan secondary drive. Contoh diatas masuk dalam secondary drive
yaitu drive yang bukan biological need, misalnya saja R sengaja mencuri karena
ia ingia memiliki motor sebab ia sedang praktik magang, jadi harus ada
kendaraan.
Contoh kasus dari pengambilan
keputusan
Pak Andre
adalah seorang Presiden Direktur PT. Angkasa. Ia harus selalu bisa mengambil
keputusan dengan cepat dan tepat demi kelangsungan perusahaannya. Pengambilan
keputusan yang dia ambil berdasarkan informasi pasar yang harus selalu ia
ketahui. Contohnya adalah harga saham yang selalu berubah seiring dengan
naiknya dollar pada tahun ini. Dia harus bisa menyesuaikan keuangan perusahaan
agar harga saham perusahaan pada bursa efek bisa selalu stabil.
Contoh kasus konflik
JAKARTA, SENIN — Terhambatnya
pembangunan di daerah-daerah perbatasan antara lain merupakan buntut dari
persoalan konflik internal di daerah tersebut. Akibatnya, pembangunan
perbatasan masih belum bisa mengupayakan kesejahteraan rakyatnya.
Hal tersebut dikatakan Kepala Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Umar Anggara Jenie di sela-selaseminar "Masalah
Pembangunan di Perbatasan: Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan
Kesejahteraan Masyarakat" di LIPI Jakarta, Senin (16/2). "Level
paradigma penanganan persoalan konflik di perbatasan harus diganti dengan
pembangunan kesejahteraan wilayahnya," ungkap Umar.
Menurutnya, banyaknya warga miskin di daerah
tertinggal menjadi masalah yang ironi. Sebab, ketertinggalan itu justru memicu
persoalan lain, seperti masalah sosial, keamanan, serta masalah kebangsaan.
Selain itu, lemahnya koordinasi antarinstansi
termasuk penyaluran modal masih belum jernih sehingga penundaan lebih kerap
terjadi. "Ditambah lagi permasalahan warisan yang ditinggalkan penjajahan
yang mengakibatkan kemiskinan yang berlarut-larut," tambah Umar.
Perlu penanganan multi disiplin dan kerja sama
berbagai pemangku kepentingan, dalam upaya pembangunan daerah tertinggal.
Pemerintah dalam satu sisi berfungsi sebagai promotor serta memberi stimulus
fiskal, papar Umar. Sedangkan lembaga lainnya bisa masuk dalam berbagai bidang,
seperti pendidikan, kesehatan, dan masalah upaya pembangunan sumber daya
manusia.
Contoh kasus dari pengambilan
keputusan
Pak Andre
adalah seorang Presiden Direktur PT. Angkasa. Ia harus selalu bisa mengambil
keputusan dengan cepat dan tepat demi kelangsungan perusahaannya. Pengambilan
keputusan yang dia ambil berdasarkan informasi pasar yang harus selalu ia
ketahui. Contohnya adalah harga saham yang selalu berubah seiring dengan
naiknya dollar pada tahun ini. Dia harus bisa menyesuaikan keuangan perusahaan
agar harga saham perusahaan pada bursa efek bisa selalu stabil.
Contoh kasus konflik
JAKARTA, SENIN — Terhambatnya
pembangunan di daerah-daerah perbatasan antara lain merupakan buntut dari
persoalan konflik internal di daerah tersebut. Akibatnya, pembangunan
perbatasan masih belum bisa mengupayakan kesejahteraan rakyatnya.
Hal tersebut dikatakan Kepala Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Umar Anggara Jenie di sela-selaseminar "Masalah
Pembangunan di Perbatasan: Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan
Kesejahteraan Masyarakat" di LIPI Jakarta, Senin (16/2). "Level
paradigma penanganan persoalan konflik di perbatasan harus diganti dengan
pembangunan kesejahteraan wilayahnya," ungkap Umar.
Menurutnya, banyaknya warga miskin di daerah
tertinggal menjadi masalah yang ironi. Sebab, ketertinggalan itu justru memicu
persoalan lain, seperti masalah sosial, keamanan, serta masalah kebangsaan.
Selain itu, lemahnya koordinasi antarinstansi
termasuk penyaluran modal masih belum jernih sehingga penundaan lebih kerap
terjadi. "Ditambah lagi permasalahan warisan yang ditinggalkan penjajahan
yang mengakibatkan kemiskinan yang berlarut-larut," tambah Umar.
Perlu penanganan multi disiplin dan kerja sama
berbagai pemangku kepentingan, dalam upaya pembangunan daerah tertinggal.
Pemerintah dalam satu sisi berfungsi sebagai promotor serta memberi stimulus
fiskal, papar Umar. Sedangkan lembaga lainnya bisa masuk dalam berbagai bidang,
seperti pendidikan, kesehatan, dan masalah upaya pembangunan sumber daya
manusia.
Sumber
:
https://hazellsqandinavy.wordpess.com/2012/03/09/beberapa-kasus-dalam-perusahaan