HUBUNGAN INFORMASI DAN BUDAYA
Informasi dan Budaya mencakup
aspek-aspek seperti nilai-nilai sikap dan perilaku yang dapat mempengaruhi
orang-orang agar orang-orang tersebut dapat menjadi pribadi yang lebih baik
dengan memperkenalkan mereka dengan budaya informasi, namun tidak semua budaya
informasi dapat berdampak positif ada yang dapat memperburuk pribadi seseorang
jika budaya informasi yang diberikan melenceng.
(http://id.wikipedia.org/wiki/
BudayaGlobalisasi pada hakikatnya
ternyata telah membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan
gaya hidup masyarakat. Melalui media yang kian terbuka dan terjangkau,
masyarakat menerima berbagai informasi tentang peradaban baru yang datang dari
seluruh penjuru dunia. Begitulah, misalnya, banjir informasi dan budaya baru
yang dibawa media tak jarang teramat asing dari sikap hidup dan norma yang
berlaku. Terutama masalah pornografi, dimanasekarang wanita-wanita Indonesia
sangat terpengaruh oleh trend mode dari Amerika dan Eropa yang dalam berbusana
cenderung minim, kemudian ditiru habis-habisan. Sehingga kalau kita
berjalan-jalan di mal atau tempat publik sangat mudah menemui wanita Indonesia
yang berpakaian serba minim mengumbar aurat. Di mana budaya itu sangat
bertentangan dengan norma yang ada di Indonesia. Belum lagi maraknya kehidupan
free sex di kalangan remaja masa kini. Pengaruh informasi terhadap budaya ini
memang menyebabkan pengaruh yang paling parah. Kalau di negara Indonesia ini
hamper semua masyarakatnya telah mengikuti budaya yang seperti di Amerika dan
Eropa, pasti akan ada perpecahan dari dalam negeri ini, akan ada pertentangan
yang mungkin akan berdampak buruk bila orang yang mengikuti gaya Eropa dan
Amerika itu melawan. Karena kalau mereka melawan, mereka akan berfikir negara
Indonesia ini seperti negara luar yang bebas. Jadi mereka akan melakukan
tindakan yang bebas sesuka hati mereka untuk mempertahankan gaya yang ditiru
oleh mereka. Kehidupan sosial masyarakat juga ikut berdampak akibat
perkembangan informasi tersebut, terutama pada perkembangan internet. Dampak
dari pengaruh tersebut adalah kurangnya sikap gotong-royong dari masyarakat, individualisme
terlihat pada masyarakat kota. Hubungan sosial yang terjalin di masyarakat kita
bisa hanya dengan menggunakan via hand phone atau via email. Memang cara
seperti itu praktis, cepat dan mudah. Tapi tanpa sadar mereka tidak dapat
bersilaturahmi secara langsung.
Pengaruh positif dari informasi yang berkembang di dunia bagi budaya yaitu
pengetahuan budaya. Indonesia yang belakangan ini budayanya yang dimiliki
sering diakui atau diklaim oleh negara lain kini seluruh dunia dapat melihat
dan mengenal bagaimana kebudayaan di Indonesia, sehingga seluruh dunia dapat
tau bagaimana isi di setiap masing-masing negara, sebenarnya selain memamerkan
bdayanya, Indonesia juga harus memberikan hak paten terhadap budaya-budayanya
agar tidak di curi lagi oleh negara lain kalau Indonesia sudah mengukuhkannya.
Jadi mudah-mudahan tidak akan ada lagi pengakuan dari Negara-negara lain
terhadap kebudayaan bangsa Indonesia.
(http://intan-berduri.blogspot.com/2010/10/hubungan-sistem-informasi-dan-ilmu.html)
PENGERTIAN BUDAYA
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits
dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu
sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits memandang
kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi
yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink,
kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett
Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
Dari berbagai definisi
tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang
berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya
pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni,
dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
kehidupan bermasyarakat.
HUBUNGAN SISTEM DAN BUDAYA
Sistem budaya adalah suatu aturan yang mengatur budi dan akal manusia dalam
suatu kesatuan agar tetap teratur dan sejalan dengan budaya masing-masing
daerah.
Di atas telah dikatakan sistem adalah kesatuan bagian-bagian yang saling
berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.
Dan budaya adalah sesuatu perilaku dari sekelompok masyarakat yang menjadi
suatu tradisi atau kebiasaan yang dilakuukkan secara turun temurun dari
sekelompok masyarakat dan itu menjadi ciri khas dari kelompok mereka. Menurut
saya hubungan antara sistem dan budaya adalah dalam hal penggerak dan kesatuan
bagian yang saling berhubungan . Budaya di Indonesia pasti ada penggerak atau
yang malukukan kegiatan kebudayaan tersebut, yaitu masyarakat Indonesia itu
sendiri. Indonesia memiliki banyak ragam suku-suku sehinngga budaya yang ada di
Indonesia bermacam-macam. Walaupun berbeda-beda suku dan budaya, Indonesia
memiliki ‘binika tunggal ika’ yang artinya walaupun berbeda-beda tapi tetap
satu jua. Jadi suatu sistem yang menghubungkan budaya di Indonesia adalah
sebuah negara Indonesia yang dipimpin seseorang Presiden. Presiden mengatur
pergerakan sistem di Indonesia agar perdamaian selalu terjalin di sini.
(http://intan-berduri.blogspot.com/2010/10/hubungan-sistem-informasi-dan-ilmu.html)
Kesimpulan
Informasi merupakan elemen dari
kehidupan manusia yang saling terkait satu sama lainnya. Manusia berinteraksi
kepada yang lain untuk dapat saling bertukar informasi. Banyak hal yang dapat
terjadi dari proses sebuah informasi tersebut. Maka perlu adanya pengelolaan
yang baik dalam hal ini merupakan fungsi dari sistem informasi. Namun dalam
pelaksannanya seorang professional dibidang tersebut perlu melihat dampak dari
sebuah sistem yang mereka buat. Karenanya tidak bisa diabaikan hal ini karena
hanya mementingkan sesuatu keinginan akan sebuah ambisi saja.
Maka dari itu terjadi hubungan yang
sangat erat antara sistem informasi dengan ilmu budaya dasar. Yakni agar mereka
yang professional dibidang informasi mampu melihat mengenai masalah-masalah
manusia dan budaya. Memperluas wawasan mereka dalam menyesuaikan dengan
lingkungannya, peka terhadap lingkungan budaya serta kritis terhadap
persoalan-persoalan yang menyangkut kemanusiaan dan budaya.